Salam Hangat Holiday dan salam Bahagia dari Bali, Kali ini Saya ingin menulis beberapa hal seperti Tata tertib atau Tata Krama di saat anda berlibur di Bali, Supaya anda selamat dalam perjalanan dan dimana pun anda ! Sudah tentu ini hanya sebagian kecil yang bisa anda ketahui dan sekiranya sudah cukup bekal untuk anda selama berlibur di Bali,

Layaknya sopan-santun dimana pun anda berada , terutama daerah yang belum sama sekali anda kenal dan datangi maka yang pertama kali anda harus ketahui serta di pahami.

Beberapa Tata Tertib atau Tata Krama Di Bali Yang Perlu anda Ketahui Dalam Liburan di Bali

Kenapa anda perlu mengetahui Tata Krama ini , karena seperti yang anda kenal bali memiliki julukkan seribu Pura, wisata Dewata Serta Banyak lain nya yang berkaitan dengan culture dan budayanya serta relegius of island.

Jadi apa yang saya kemukakan dalam tulisan ini adalah suatu hal yang patut anda tahu dan kita hormati dengan benar karena jangan sampai menyebabkan malapetaka bagi anda sendiri. Bukankah , Anda berlibur ke Bali untuk mendapatkan kepuasan dan kebahagian !

Sesajen – Banten Canang Bali Sacral.

Canang Bali

Anda Pasti Jumpai Canang Bali

Memang Sekilas kelihatan sepele seperti tidak ada apa apanya dengan benda atau hal tersebut Banten atau Canang Bali Itu ,

Tetapi bagi umat hindu khususnya yang percaya dengan banyak dewa yang ada di dunia ini yang menjadi penguasa dan mengawasi alam semesta dan kita di setiap langkah maka tata krama ini di laksanakan.

Jadi bila anda telah tiba di Bali anda pasti akan melihat atau menjumpai setiap hari yang namanya Canang sari disetiap pintu masuk dan keluar atau didepan rumah toko – hotel warung dll apapun di Bali khususnya pemilik tersebut beragama hindu !

Apa sebenarnya tujuan nya , Seperti layaknya agama lain dengan persembahan berupa bunga dan dupa kita memohon keseimbangan dunia dari semua bencana buruk, serta terhindar dari hal hal yang buruk, dan juga berfungsi untuk memohon rejeki dari Tuhan. Pada intinya kedamainan dunia.

Bagaimana Kalau Menginjak sesajen Canang secara tidak sengaja !

PERLU HINDARI- Menginjak Canang atau melangkahi canang hendaknya anda hindari, layaknya menghormati apa yang mereka percaya, Kalau pun terjadi semoga suatu yang anda lakukkan tidak anda sengaja, dan segeralah meminta maaf dalam hati  itu sudah cukup dan juga sudah berarti anda menghormati,

Terus Apa yang terjadi bila saya injak secara sengaja, Memang belum ada pembuktian langsung anda injak langsung terjadi, seperti halnya proses semua berlalu mungkin anda tidak akan merasakan apa apa seketika  / tidak terjadi apa apa – bak buah karma.

Bisa saja anda mendapat musibah saat ini atau nanti suatu saat ( saya tidak mau mengatakan karena saya tidak ingin terjadi apa -apa untuk kalian ) yang namanya musibah pastilah tidak enak di dengar, Bukan …? Ya kalau bisa di hindarilah jangan sampai keinjak ya.

Kalau anda secara tidak sengaja menginjak sesajen itu pasti bisa saja terjadi ! Sengaja dan tidak yang tahu hanya anda sendiri ! Jadi tetap jagalah kejujuran hati kita sendiri.

BACA JUGA DISINI :

Beberapa Tips Wisata Ke Bali Biar Jadi Murah Harus Tahu Triknya.

Map Wisata Untuk Panduan Anda Di Bali.

Permainan Baru di Bali Fly Jet Pack atau Fly Board.

Harga Watersport Promo dan Diskon di Tanjung Benoa.

Harga Promo Sewa Mobil Murah Di Bali.

“PENTING” Memasuki Wisata Yang memiliki Pura Pura ( Tempat Suci ) Khusus Para Wanita

Tidak bisa kita pungkiri , Tata Krama tempat wisata di Bali sebagian besar memiliki pura atau tempat suci, jadi khususnya Wanita ada beberapa hal yang patut di ketahui dan larangan di Bali :

Setiap tempat wisata di Bali anda bisa membaca aturan – larangan rule yang terpampang di depan sebelum memasuki tempat wisata tersebut. Atau bisa dikatakan sebuah larangan – larangan yang tidak boleh di langgar.

  1. Anda harus menggunakkan fasilitas Kain serta anteng ( selendang ) kalau memang anda harus menggunakannya maka  pasti tersedia  fasilitas tersebut  dengan biaya sukarela biasanya ( Bukan bisnis tetapi menjaga kesucian tempat tersebut )

tetapi tidak semua tempat wisata di bali seperti itu hanya beberapa pengecualian, nanti juga anda lihat langsung bila anda berlibur ke Bali. Untuk semua wisatawan di wajibkan termasuk penduduk Bali atau umat hindu tanpa terkecuali !

2. Wanita lagi Haid !!! Nah khusus wanita, Jadi untuk wanita yang sedang mendapatkanTamu Bulanan ( datang Bulan / haid memang tidak bisa di lihat dari luar Bukan ) Tetapi jangan coba-coba untuk masuk atau menipu atau berbohong dengan semua hal tersebut karena anda sendiri yang kena batunya suatu saat nanti, Percaya atau tidak saya pribadi menyarankannya jangan coba-coba masuk bila situasi anda seperti itu !

Miss Word Bali

Miss Words Sembahyang bersama

Sedikit cerita pendek ! beberapa tempat wisata yang yang sakral bila di langgar bisa terjadi sesuatu yang tidak diinginkkan seperti :

  • Mengunjungi tempat wisata Monyet sangeh misalnya bila anda memiliki keluarga meninggal maka anda  akan di kerumuni monyet tersebut tapi bisa terjadi di gigit oleh kera sebagai tanda anda dalam keadaan kotor ( ibarat tidak bersih dalam suasana duka ) saya sendiri mengalami langsung waktu saya kecil ( anak-anak ) karena saya tidak tahu Saya datang berkunjung dimana saya barusan memili saudara meninggal ( Di Bali bersih dalam 12 hari dari hari H )
  • Sekarang terserah anda apakah itu mitos atau memang seperti itu adanya ! hal tersebut. Jadi Tanyakan Pada Guide atau sopir atau anda bisa membaca sendiri Aturan yang dilarang keras.

Bicara yang santun saat memasuki daerah sakral atau tempat suci adalah Wajib dimanapun itu. Jadi semua hal tersebut tidaklah asing bagi anda karena dimanapun anda, anda harus bertingkah laku yang sopan – baik dan jujur kalau memang tidak boleh jangan memaksakan karena anda sendiri yang akan menerima akibatnya.

Cukup sekian cerita singkat saya ini , jadi bila ada kata atau tulisan saya yang tidak berkenan untuk anda saya mohon maaf yang sebesar besarnya, Saya hanya ingin memberikan suatu informasi untuk perjalanan anda Supaya aman selamat dan bahagia mengisi liburan anda di Bali !

Salam Holiday dari Bali

MangTato.